Hari raya Imlek atau Chinese New Year merupakan perayaan tahun baru yang perhitungannya berdasarkan peredaran bulan (lunar calender). Pada tahun 2021 Hari Raya Imlek jatuh pada tanggal 12 Februari. Tentu saja banyak orang yang sudah berancang-ancang untuk liburan. Berikut beberapa pilihan destinasi selama liburan imlek.

1. Jakarta DKI Jakarta

Saat Imlek tiba, rasanya ada yang kurang kalau Anda berkunjung ke Jakarta tanpa jalan-jalan ke daerah Pecinan (china town). Di sana banyak sekali lampion cantik yang terpajang di berbagai sudut tempat. Lampion ini dipasang tidak hanya saat perayaan Imlek saja, akan tetapi pada hari-hari biasa selain perayaan Imlek.

Di daerah Petak Sembilan Glodok pun suasana Imlek dibuat meriah dengan adanya lampion dan dekorasi merah Imlek lainnya.

Ada pasar yang terletak di seberang pusat elektronik Glodok, Jakarta Barat. Di pasar ini, Anda akan menemukan banyak sekali jajanan khas Imlek, seperti kue keranjang, jeruk, leci, plum dan makanan khas lain sebagainya.

Jika Anda menyukai fotografi, Anda bisa menyusuri sepanjang jalan pasar Petak Sembilan. Di sepanjang jalan itu, Anda akan menemukan pemandangan bangunan-bangunan tua dengan arsitektur khas Tiongkok.

Kehadiran Kelenteng Jin De Yuan ini akan melengkapi liburan Imlek Anda di Jakarta. Kelenteng legendaris yang memiliki nama lain Kelenteng Kim Tek Le merupakan destinasi wisata yang patut Anda kunjungi.

Kelenteng tertua di Jakarta ini mempunyai bangunan yang dinamakan Raja Neraka. Akan tetapi, arti nama kelenteng ini sebenarnya adalah kebajikan hati.

2. Bandung Jawa Barat

Paris van Java atau yang kita kenal sebagai kota Bandung, menyimpan cerita berkesan jika Anda datang mengunjunginya. Perayaan Imlek di kota Bandung sangat ramai, banyak warga yang turut serta hadir dalam perayaan tersebut.

Hal spesial apa sih yang ada di kota Bandung saat perayaan Imlek?

Setiap tahunnya, tepatnya di kawasan Jalan Cibadak, Kecamatan Andir, terdapat kirab budaya yang diadakan untuk menyambut Imlek. Hal menarik yang dapat Anda temukan adalah pawai budaya antara budaya Tionghoa, budaya Sunda dan beberapa budaya nasional lainnya.

Bukan hanya warga Bandung saja, masyarakat di sekitar kota Bandung pun kerap kali datang meramaikan kirab budaya ini, bak lautan manusia yang memenuhi kawasan Cibadak.

Warga yang datang ke acara kirab budaya, secara antusias ingin melihat pawai barongsai. Pernah ada pawai barongsai super panjang yang menghiasi jalan Cibadak di kota Bandung. Luar biasa bukan?

Selain itu, Anda akan menemukan berbagai macam stand jajanan, minuman, pakaian, pernak-pernik Imlek dan stand lainnya.

Selain melaksanakan ritual Imlek, Anda juga bisa berwisata, mulai dari wisata sejarah sampai wisata kuliner. Apalagi banyak taman baru yang dibangun oleh pemerintah setempat.

3. Semarang Jawa Tengah

Kelenteng Sam Poo Kong merupakan saksi mata bahwa kota Semarang menyimpan sejuta cerita khas Tiongkok. Jangan heran bahwa Semarang memiliki nuansa etnis Tionghoa yang sangat kental.

Kelenteng ini merupakan sebuah gedung yang merupakan tempat pendaratan pertama Laksamana Cheng Ho atau Zheng Ho atau Sam Po Tay Djien.

Bukan hanya dari kalangan etnis Tionghoa saja lho yang datang untuk sembahyang, banyak wisatawan umum juga yang tertarik untuk mengunjungi tempat ini. Memang, tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik bahkan wisatawan mancanegara.

Selain itu juga, ada setidaknya sepuluh kelenteng di daerah Pecinan Semarang yang memeriahkan acara perayaan Imlek di kota Semarang. Kelenteng tertua bernama Tay Kak Sie. Kelenteng yang terbesar bernama Wie Wie Kong.

Ditambah lagi dengan adanya Pasar Imlek Semawis, yang turut memeriahkan perayaan Imlek.

Pasar Imlek Semawis ini diadakan selama kurang lebih seminggu. Ada pertunjukan permainan toya dan wushu khas biksu Shaolin. Anda bisa melihat atraksi beladiri khas Tiongkok ini secara langsung.

4. Solo Jawa tengah

Setelah reformasi tahun 1998, etnis Tionghoa di Solo mulai berani mengekspresikan diri untuk merayakan tradisinya. Seperti, merayakan Imlek dalam Grebeg Sudiro dan berbagai Festival Imlek.

Grebeg Sudiro adalah sebuah tradisi perayaan Imlek yang sangat unik di Solo.

Sebenarnya, Grebeg Sudiro yang dilaksanakan warga etnis Tionghoa di Sudiroprajan mengadopsi perayaan Grebeg Gunungan Kasunanan Surakarta. Tradisi unik Grebeg Sudiro hampir sama dengan Grebeg Suro yang diselenggarakan oleh Kasunanan.

Puncak tradisi Grebeg Sudiro yaitu rebutan hasil bumi dan rebutan makanan. Simbol dari tradisi ini adalah kerja keras. Jika seseorang ingin mendapatkan sesuatu, maka seseorang itu harus bekerja keras untuk mendapatkannya.

Dalam tradisi Jawa, rebutan makanan mengandung makna “orang yang tidak berusaha, tidak akan bisa hidup berkecukupan.”

Meski tradisi Imlek di Solo diwarnai adat Jawa, namun nuansa Tionghoa tetap sangat terasa saat merayakan Imlek, apalagi saat malam hari menjelang.

5. Tegal Jawa Tengah

kota Tegal, Jawa Tengah, ada kelenteng yang usianya sudah mencapai ratusan tahun. Berdasarkan penelusuran sih, usianya sudah mencapai 300 tahun.

Nama kelenteng itu adalah Tek Hay Kiong yang berarti Kelenteng Lautan Kebajikan. Sebelumnya, kelenteng ini diberi nama Cin Jin Bio.

Dewa pujaan utama di Kelenteng Tek Hay Kiong yaitu Tek Hay Cin Jien yang dipuja oleh masyarakat sebagai Dewa Pelindung. Bagi mereka yang percaya bahwa mendekati jiwa kepribadian Tek Hay Cin Jien akan mendapatkan berkah dan keselamatan.

Bagi masyarakat Tegal dan sekitarnya khususnya di kalangan etnis Tionghoa, kelenteng ini begitu terkenal. Selain berada di pusat kota Tegal, struktur bangunan kelenteng ini dianggap menarik dan unik.

Ditambah usia rumah ibadah ini tergolong cukup tua, tidak heran kalau kelenteng ini selalu ramai dipenuhi oleh umat yang ingin melakukan sembahyang, apalagi saat perayaan Imlek.

Saat perayaan Imlek setiap tahunnya, kelenteng ini sering mengundang kelenteng-kelenteng lain di sekitar kota Tegal untuk mengadakan kompetisi kungfu. Acara ini seperti perhelatan Shaolin yang mengundang perguruan di Tiongkok untuk kompetisi kungfu.

6. Surabaya Jawa Timur

Kelenteng Hong Tiek Hian yang dikenal juga dengan nama Kelenteng Jalan Dukuh menjadi pusat perayaan Imlek bagi etnis Tionghoa di Surabaya.

Kelenteng tertua di kota Pahlawan ini merupakan tempat ibadah Ti Dharma, artinya untuk umat penganut kepercayaan Konghucu, Tao dan Buddha (Mahayana).

Tidak hanya kelenteng saja yang selalu ramai oleh aktivitas warga saat Imlek, mal-mal besar di Surabaya pun siap menyambut kemeriahan Imlek dengan berbagai aktivitas khusus.

Dan kuliner Enak Langsung kunjungi saja Kya-Kya Kembang Jepung yang merupakan surganya kuliner di kota Surabaya.

Pasar malam di kawasan Pecinan ini selalu ramai oleh pengunjung serta hiasan atau pernak-pernik berwarna merah cerah.

Anda dapat menemukan berbagai macam jenis makanan khas etnis Tionghoa, jajanan khas Surabaya bahkan kuliner khas mancanegara.

7. Bangka Bangka Belitung

Pesta kembang api menjadi salah satu daya tarik saat perayaan Imlek. Keindahan kembang api yang menghiasi langit berwarna merah sudah menjadi salah satu tradisi Imlek yang dapat Anda temui di berbagai penjuru dunia.

Di Bangka, ada sebuah kota yang bernama kota Belinyu yang sering mengadakan pesta kembang api saat perayaan Imlek.

Tidak hanya itu saja, ada juga pawai barongsai yang turut memeriahkan acara Imlek.

Setelah perayaan di siang hari, Anda juga bisa mengunjungi ke beberapa pasar rakyat di kota ini. Suasana Tiongkok yang sangat kental akan Anda rasakan saat berkunjung ke Bangka. Hal ini akan membuat liburan Anda berkesan, seperti merasakan suasana di negeri Tirai Bambu.

Ada satu tempat lagi nih yang perlu Anda kunjungi. Anda wajib datang ke Vihara Dewi Kwan Im di Desa Jelitik.

Kepercayaan setempat mengatakan bahwa air kolam di vihara ini dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit dan membuat Anda awet muda, lho. Pengunjung diizinkan untuk mandi di kolam ini.

Terdapat sebuah kubangan di bagian tengah salah satu kolam yang dipercayai dapat mengabulkan permohonan. Biasanya orang-orang melempar koin dan berdoa menyatakan harapannya. Jika koin tersebut jatuh tepat di tengah kubangan, maka keinginan mereka akan terwujud.

8. Palembang Sumatera Selatan

Liburan Imlek ke Palembang terkenal dengan pesta lampion.

Jika Anda ingin merasakan pesta lampion di kota ini, datanglah ke kawasan Pecinan Dempo. Di kawasan ini, ada Festival Imlek yang diadakan setiap tahun. Selain pertunjukan lampion, Anda juga dapat menikmati pertunjukan barongsai.

Pilihan berikutnya jika Anda ingin melihat lampion yang bertebaran sebagai dekorasi atau hiasan Imlek, yaitu dengan mengunjungi kelenteng Dewi Kwan Im.

Kelenteng Dewi Kwan Im di Kelurahan 10 Ulu menjadi salah satu tujuan pada turis yang ingin berlibur ke kota Palembang saat libur Imlek.

Kelurahan ini terkenal juga dengan makanan pempek yang enak. Coba Anda perhatikan saat berkunjung ke kota-kota lain, banyak penjual pempek yang memakai nama “10 Ulu”.

Ayo, jangan sampai terlewatkan juga untuk menyempatkan berlibur ke Pulau Kemaro. Pulau ini pasti sangat ramai saat liburan Imlek. Berbagai pernak-pernik Imlek selalu menghiasi Pulau Kemaro.

Warga Palembang sangat menjaga dan melestarikan tempat tersebut!

Pulau Kemaro terkenal dengan kisah cinta legendaris yang selalu menarik perhatian banyak wisatawan. Oleh sebab itu, banyak warga Tionghoa yang datang ke tempat ini untuk berdoa. Salah satunya, mereka berdoa untuk meminta jodoh.

9. Medan Sumatera Utara

Acara Gebyar Imlek Fair yang merupakan acara tahunan di Medan turut serta dalam memberikan kemeriahan.

Di acara tersebut, Anda bisa melihat dan mengunjungi berbagai macam stand UKM, mulai dari makanan, pakaian, aksesoris, properti dan stand lain sebagainya. Selain itu juga, Anda bisa melihat pertunjukan barongsai pada waktu tertentu.

Anda juga wajib mengunjungi vihara Setia Budi. Ketika perayaan Imlek, vihara Setia Budi menjadi tempat yang sangat ramai dikunjungi oleh masyarakat, turis lokal, bahkan turis mancanegara yang hendak berdoa.

Jejak Tionghoa di Medan bisa ditelusuri di Desa Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan. Anda bisa mengunjungi tempat tersebut untuk melihat benda-benda peninggalan pemukim pertama Tionghoa di desa ini. Benda-benda yang disajikan terdiri dari pecahan keramik, koin-koin kuno dan benda-benda antik lainnya.

Ada salah satu makanan khas yang disajikan ketika liburan Imlek di kota Medan, yaitu kue bakul. Menurut tradisi Tionghoa, kue bakul melambangkan keakraban dan keharmonisan. Mereka mempercayai tradisi tersebut.

10. Singkawang Kalimantan Barat

Kota Singkawang dikenal sebagai kota dengan serangkaian acara Imlek atau pesta perayaan tahun baru Imlek terbesar di Asia Tenggara ini memang benar-benar luar biasa. Dari awal perayaan Imlek hingga Cap Go Meh tiba, kota ini akan selalu dipenuhi oleh hiasan dekorasi merah Imlek yang meriah dan menakjubkan.

Jika Anda lebih memilih untuk menghabiskan waktu liburan Anda di Singkawang, nikmatilah parade kendaraan hias saat siang hari dan nikmatilah keindahan di malam hari dengan aneka lampion di sepanjang jalan.

Selain itu juga, terdapat malam kesenian, pawai, pesta lampion dan pagelaran barongsai yang bisa dinikmati oleh seluruh pengunjung yang datang ke kota Singkawang.

Saat Cap Go Meh tiba, Anda bisa melihat pertunjukan tatung serta barongsai. Hal yang menarik adalah ritual tatung. Anda bisa melihat orang yang kesurupan dewa-dewi yang dipercaya oleh umat Konghucu.

Tidak hanya etnis Tionghoa saja yang turut berpartisipasi dalam perayaan Imlek, suku asli Dayak pun ikut serta dalam pertunjukan tatung. Ritual yang dilakukan oleh etnis Tionghoa ini mirip dengan ritual yang dimiliki oleh suku Dayak.

Singkawang yang dikenal sebagai kota Seribu kelenteng merupakan salah satu pusat pemukiman etnis Tionghoa di Indonesia yang selalu ramai saat perayaan Imlek.

By Andra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *