Belakangan ini sudah banyak sekali orang Indonesia yang memilih untuk ikut berinvestasi di pasar modal. Berdasarkan data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor pasar modal sudah mencapai angka 7,86 juta investor per akhir Januari 2022. Jumlah ini mencatatkan kenaikan 5,0% secara bulanan dari posisi akhir Desember 2021 yang sebesar 7,45 juta. Tapi apakah para investor ini sudah memahami hal-hal yang harus diketahui sebelum melakukan investasi di pasar modal? Simak 5 Tips Penting Sebelum Berinvesatasi di Pasar Modal berikut ini.

1. Tentukan Batas Investasi Sesuai Dengan Kemampuan

Hal yang pertama dilakukan sebelum memutuskan berinvestasi adalah memiliki dana untuk berinvestasi. Dana investasi yang akan digunakan diharuskan dari dana lebih atau uang dingin yang kamu miliki. Tidak disarankan menggunakan uang untuk kebutuhan harian atau bulanan untuk melakukan investasi. Apalagi menggunakan jasa pinjaman online (pinjol) untuk berivestasi di pasar modal. Hal ini dikarenakan resiko yang akan dihadapi saat berinvestasi di pasar modal. Selain itu kamu juga harus memiliki kemampuan analisa yang tajam sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Jadi sebaiknya bijaklah berinvestasi yang juga diikuti oleh kemampuan yang memadai, baik secara modal maupun secara wawasan.

2. Pahami Tujuan Investasi

Setiap investor memiliki tujuan masing-masing dalam berinvestasi. Sebaiknya kamu juga menentukan apa tujuanmu berinvestasi, terlebih berinvestasi di pasar modal. Apakah tujuan investasi untuk mendapatkan untung bulanan, atau untuk biaya beli rumah, atau beli mobil dll. Kamu sendiri yang menentukan apa tujuanmu melakukan investasi.

3. Kenali Profil Risiko Pribadi

Tips berinvestasi di pasar modal yang ketiga adalah mengenali profil resiko yang sanggup kamu toleransikan. Sebaiknya kamu mengenali dulu pribadimu sebelum memutuskan berinvestasi di pasar modal. Hal ini akan berhubungan dengan produk investasi yang akan kamu beli karena disesuaikan dengan profil resiko kamu sendiri. Ada banyak alternatif investasi yang ada di pasar modal. Untuk resiko rendah atau low risk kamu bisa membeli produk obilgasi atau reksadana pendapatan tetap. Apabila kamu ada diprofil menengah bisa membeli produk investasi reksadana campuran. Sedangkan kamu yang lebih agresif bisa berinvestasi pada saham. High risk high return, kata ini sudah tidak asing bagi investor agresif seperti ini.

4. Tentukan Strategi Investasi

Apabila kamu memiliki modal yang cukup kuat untuk berinvestasi di pasar modal, sebaiknya alokasikan dana lebih secara berkala untuk tujuan jangka panjang. Kamu bisa membeli saham, reksadana ataupun produk investasi lainnya setiap bulan. Hal ini membantu kamu memantau pergerakan saham ataupun produk investasi yang kamu pilih tersebut. Dana tersebut juga baikknya dipecah dalam beberapa produk investasi, kamu bisa berinvestasi melalui beberapa sektor yang dapat kamu pantau secara berkala.

5. Update Berita & Manfaatkan Jasa Profesional

Penting sekali memiliki analisis yang kuat sebelum memilih berinvestasi di Pasar Modal. Kamu juga bisa berdiskusi dengan orang-orang yang sudah ahli pada bidang ini. Mengetahui kondisi pasar juga menjadi salah satu bentuk analisa yang harus kamu lakukan, sehingga pergerakan atau perubahan di pasar modal dapat kamu prediksi. Oleh karena itu update berita tentang produk investasi yang kamu pilih menjadi sangat penting untuk terus kamu ikuti.

Itu dia 5 tips yang harus kamu pahami sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar modal. Semoga artikel ini membantu. Jangan lupa share ke teman dan keluarga kalian, sehingga mereka juga memahami tips berinvestasi ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *