ovo gopay dana linkaja

Penggunaan e-money di Indonesia kini sudah merajalela. Hal ini kemudian mendorong berkembangnya perusahaan penyedia e-money.

Pada saat ini, penggunaan uang elektronik atau yang lebih dikenal dengan e-money sudah menjadi hal yang sering dijumpai. Bagaimana tidak, peminat dari e-money di Indonesia  terus meningkat dari tahun-ketahun, terutama dikalangan anak muda. Hal inilah yang dapat mendorong masyarakat Indonesia ke arah cashless society.

Kondisi masyarakat cashless society, biasanya ditandai dengan banyaknya penyedia e-money yang bermunculan. Di Indonesia sendiri, beberapa penyedia e-money yang paling sering terdengar adalah OVO, Dana, Gopay dan Link Aja. 

Penggunaan e-money oleh masyarakat ini tentunya tidak terlepas dari berbagai manfaat yang diberikan. Manfaat e-money yang paling utama dan yang paling sering dirasakan adalah pemakaiannya yang cenderung praktis. Selain itu, tidak jarang para penyedia e-money tersebut memberikan promo berupa cashback yang menggiurkan, sehingga mendorong banyak masyarakat semakin beralih menggunakan e-money. 

Pertumbuhan E-Money di Indonesia

Cikal bakal perkembangan e-money di Indonesia, di awali dalam sektor transportasi, khususnya untuk pembayaran tol non tunai, maupun pembayaran transportasi umum seperti KRL Commuter Line. Adapun berbagai macam kartu e-money yang digunakan pada saat itu adalah e-money Mandiri, Flazz BCA, Brizzi BRI, dan lain sebagainya. 

Semakin maraknya penggunaan e-money di Indonesia ini kemudian mendorong lahirnya kebijakan yang meregulasi hal tersebut, dengan diterbitkannya Peraturan Bank Indonesia No.11/12.PBI/2009 pada tanggal 13 April 2009. Peraturan ini kemudian menjadi regulasi dasar yang mengatur seluk-beluk e-money di Indonesia.

Semakin maraknya penggunaan e-money di Indonesia kemudian telah mendongkrak nilai transaksi e-money itu sendiri. Pada tahun 2013 saja, nilai transaksi e-money di Indonesia telah mencapai Rp 6,7 Miliar per harinya, dan Rp 2 Triliun per tahunnya. 

Adapun di tahun 2020 kemarin, total transaksi e-money di Indonesia sudah mencapai Rp 17,23 Triliun. Angka tersebutlah yang membuktikan bahwa e-money di Indonesia terus tumbuh. 

Memang saat ini, e-money di Indonesia sudah banyak digunakan dalam sektor-sektor lainnya, tidak hanya pada sektor transportasi saja. Adapun penggunaan e-money itu sendiri sudah sering digunakan untuk pembayaran belanja online, hingga pembayaran tagihan seperti listrik, pulsa ataupun internet. 

Perkembangannya yang semakin pesat ini kemudian telah mendorong lahirnya platform-platform penyedia e-money di Indonesia. Adapun beberapa di antaranya adalah OVO, Dana, Gopay dan Link Aja,  yang sudah bisa digunakan untuk mendukung transaksi keuangan sehari-hari.

4 Penguasa E-Money di Indonesia

Saat ini, berbagai penyedia e-money di Indonesia sedang banyak mengalami perkembangan dan terus mengalami peningkatan dalam jumlahnya. Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah dari penyedia e-money itu sendiri saat ini berjumlah 37 perusahaan. 

Namun, dari beberapa penyedia e-money yang tercatat tersebut, terdapat nama e-money yang paling sering terdengar. Adapun beberapa penyedia e-money tersebut diantaranya  adalah OVO, Dana, Gopay, dan Link Aja. 4 nama tersebut bisa dikatakan sebagai penguasa e-money di Indonesia, karena merupakan yang terbesar dan paling banyak digunakan di Indonesia.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai keempat penguasa e-money tersebut? Simak terus penjelasannya di bawah ini.

1.  OVO

ovo payment indonesia

OVO merupakan salah satu aplikasi e-money  di Indonesia yang  memungkinkan kamu untuk melakukan transaksi secara digital, melalui smartphone. Pada awalnya, OVO menjadi lebih banyak dikenal karena kerjasamanya dengan Grab. Aplikasi e-money ini kemudian menjadi pilihan dalam melakukan pembayaran digital pada transaksi yang berlangsung di aplikasi Grab.

OVO memiliki 2 sistem, yakni OVO Cash dan OVO point. OVO Cash dalam hal ini merupakan uang elektronik yang bisa kamu gunakan dalam bertransaksi. Adapun OVO Point sendiri, merupakan sistem reward yang diberikan kepada pengguna OVO, dalam bentuk poin. 

E-money OVO pada dasarnya memiliki 2 jenis keanggotaan, yaitu OVO Club dan OVO Premier. Pada OVO Club, pengguna hanya bisa menyimpan uang maksimal Rp 1 Juta dan juga tidak dapat mengakses beberapa fitur OVO lainnya seperti Tarik tunai maupun Transfer. Sedangkan pada akun OVO Premier, saldo yang dapat disimpan bisa mencapai Rp 10 Juta. Pengguna OVO Premier juga bisa menikmati semua fitur yang telah disediakan OVO.

2.  Dana

Fintech DANA Transactions Increases Up to 100%

Salah satu e-money di Indonesia yang mendapatkan kepopuleran yang cukup tinggi adalah aplikasi Dana. Dengan Dana, kamu dapat melakukan transaksi seperti pembayaran tagihan listrik, air, internet, dan pulsa bulanan. Selain itu, kamu juga dapat menggunakan Dana untuk mentransfer sejumlah uang ke bank dalam rangka pembayaran di berbagai merchant offline, dengan gratis biaya admin. 

Jenis keanggotaan pada e-money yang satu ini terbagi menjadi dua, yakni Dana Basic dan Dana premium. Pada akun Dana Basic, maksimal saldo yang bisa simpan hanyalah sebesar Rp 2 Juta. Adapun pada akun Dana Premium, kamu bisa mencapai menyimpan saldo hingga Rp 10 Juta.

3.  Gopay

GoPay: Uang Elektronik / Dompet Digital Terbaik di Indonesia

Gopay merupakan salah satu e-money yang merupakan bagian dari layanan ojek online, yaitu Gojek Indonesia. Gopay dalam hal ini bisa digunakan untuk pembayaran layanan yang tersedia di Gojek, seperti Goride, Gofood, Gosend dan lainnya. 

Selain dapat digunakan untuk pembayaran layanan yang ada dalam aplikasi Gojek, Gopay juga bisa digunakan untuk berbagai transaksi pembayaran di luar aplikasi gojek. Transaksi seperti pembelian di KFC, maupun pembayaran tagihan Spotify, dan masih banyak lagi, dapat kamu bayar dengan e-money Gopay. 

Seperti halnya OVO, Gopay juga memiliki 2 jenis keanggotaan, yaitu Gopay dan Gopay Plus. Mereka dengan keanggotaan Gopay Plus, akan menerima jaminan saldo apabila terjadi kehilangan. Selain itu, besaran jumlah uang yang dapat disimpan pada Gopay Plus bisa mencapai Rp 10 Juta. Pada Gopay Plus ini juga, kamu juga bisa menikmati fitur-fitur lainnya seperti kirim dan terima saldo dari sesama pengguna Gopay. 

4.  Link Aja

LinkAja - Download the Linkaja Application and Register for Online Payment  | Telkomsel

Linkaja merupakan e-money yang diinisiasi oleh Bank-Bank BUMN seperti Mandiri, BRI, dan BNI yang bekerjasama dengan Telkom Indonesia. Pada awalnya Link Aja merupakan e-money milik Telkom Indonesia dengan nama TCASH. 

Jenis Keanggotaannya Link Aja sama seperti aplikasi e-money lainnya, yaitu terdapat 2 jenis keanggotaannya. Jenis keanggotaan pada Link Aja berupa Basic Service dan Full Service. Perbedaan keduanya terletak pada saldo maksimum. Pada akun Basic Service, kamu hanya dapat menyimpan Rp 2 Juta sedangkan akun Full Service bisa menyimpan hingga Rp 10 Juta. Selain itu, perbedaan lainnya terletak pada fitur kirim dan tarik saldo yang hanya bisa dilakukan pada akun Full Service.

Demikian penjelasan singkat mengenai 4 penguasa e-money di Indonesia. Ternyata, selain dapat digunakan untuk transaksi digital, penyedia e-money tersebut juga menawarkan pinjaman online kredit, melalui Fitur PayLater di masing-masing aplikasinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *